Usai Jeblok, IHSG Berpotensi Bangkit ke Area 6.400

Diterbitkan pada Jumat, 26 April 2019

Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bangkit (rebound) pada Jumat (26/4). Pelaku pasar mulai kembali melakukan transaksi beli karena indeks terbilang sudah murah.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan secara teknikal IHSG sudah berada di area jenuh jual (oversold). Maklum, pasar saham Indonesia melorot tajam pada Kamis (25/4). 

"Secara teknikal IHSG bergerak dekat area oversold mengindikasikan potensi rebound dalam jangka pendek," papar Dennies dalam risetnya.

Kemudian, pelaku pasar saat ini sedang menanti sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS). Salah satu datanya berupa pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019.
 
"IHSG diprediksi menguat, support 6.307-6.339 resistance 6.417-6.463," terang Dennies.

Sementara itu, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan peluang IHSG untuk bergeser ke zona hijau terbuka lebar. Sebab, pelaku pasar asing masih tertarik menanamkan dananya di pasar saham Indonesia.

"Itu dikarenakan oleh faktor fundamental perekonomian yang terjaga dengan baik, hari ini peluang naik masih terlihat di dalam pergerakan IHSG," ungkap William melalui risetnya.

Ia meramalkan IHSG bergerak dalam rentang 6.321-6.498. William memaparkan sejumlah saham yang layak dikoleksi, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).
 
Sebagai informasi, IHSG terjungkal ke level 6.372 pada penutupan kemarin. Sebanyak 272 saham berakhir di teritori negatif, 128 saham menguat, dan 121 saham stagnan.

Kondisi negatif juga terjadi di bursa saham Wall Street. Namun, pelemahannya masih lebih dibandingkan dengan IHSG. Tadi malam, Dow Jones terpantau turun 0,51 persen, S&P500 0,04 persen, NYSE Composite turun 0,3 persen.


Kembali